Tampilkan postingan dengan label food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label food. Tampilkan semua postingan

13 Maret 2009

Seputar Tempe


Siapa yang gak pernah makan tempe ??? Hayooo...ngaku...kayaknya hampir semua orang di Indonesia pernah makan tempe. Biarpun gak suka, tapi pasti pernah lah sekali makan tempe. Makanan yang satu ini sering dibilang makanan murah, makanan orang susah (hehehe...ada temen mama yang bilang gini lho...), makanan yang gak bergizi. Masa siih?? Gak percaya ah.. Iseng-iseng nyari info tentang tempe. Ternyata tempe bukan sekedar makanan murah yang rendah gizi lho... Gak percaya?? Baca aja dibawah ini...

Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam tempe sangatlah tinggi. Tempe dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan asam amino, seperti tryptophan, threonin, isolusin, valin, dan histidin. Tempe juga mengandung vitamin B12 yang dihasilkan dari aktivitas mikroba dalam proses fermentasi.

Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3,7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kilo kalori.

Kandungan nilai gizi tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai biasa. Kandungan asam amino bebasnya lebih tinggi 24 kali lipat. Nilai serat, vitamin B kompleks, efisiensi protein, dan nilai asam lemak bebasnya juga lebih baik. Itulah yang menyebabkan tempe berperan sebagai sumber protein sempurna bagi penderita diabetes. Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.

Kadar zat besinya yang tinggi, yaitu 4 mg/100 gram, menyebabkan tempe dapat mengatasi masalah anemia. Proses fermentasi dalam pembuatan tempe akan mengaktifkan enzim fitase sehingga dapat meningkatkan adsorpsi besi di dalam darah.

Keunggulan yang dikandung dalam tempe adalah sebagai berikut:

  1. Sumber antioksidan yang mengandung isoflavon aglikon sebagai pencegah kanker.
  2. Sumber antibiotik, zat antibakteri yang memperkecil peluang infeksi.
  3. Hipokolesterolemik, menurunkan lipid atau lemak dalam darah.
  4. Sumber vitamin B.
  5. Mengandung vitamin B12. Vitamin tersebut umumnya terdapat dalam produk hewani tapi tidak dijumpai pada makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
  6. Mengandung delapan macam asam amino esensial dan asam lemak tidak jenuh.
  7. Mengandung serat tinggi.
  8. Mudah dicerna oleh semua kelompok umur, dari bayi sampai usia lanjut.
  9. Pengolahan kedelai menjadi tempe menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yang memicu timbulnya gejala flatulensi.
Jadi, jangan ragu kalo makan tempe. Biarin aja mau dibilang makanan murah kek, makanan gak bermutu kek, ato apalah...Dijamin, mereka yang ngomoong gitu pasti gak tahu manfaat yang terkandung dalam tempe..Hehehe....

sumber : info-sehat.com

Read More....

Resep Brownies Kukus

Resep brownies kukus Ny. Liem

Ingredients:

Telur 6 butir
Gula 225 gram
Vanili secukupnya
Garam secukupnya
Emulsifier 1/2 sdt teh
Terigu 125 gram, ayak, aduk rata dg coklat bubuk
Coklat bubuk 50 gram, ayak, aduk rata dg terigu
Minyak 175 ml
Dark Cooking Cokelat 100 gram, lelehkan, campur dg minyak

Susu Kental Manis (SKM) 75 ml

Directions:
Kocok telur dan gula hingga mengembang, masukkan campuran tepung terigu dan cokelat bubuk. Aduk perlahan hingga rata. Masukkan campuran minyak dan DCC, aduk hingga rata. Sisihkan sepertiga bagian adonan, beri SKM, aduk rata.

Bagi 2 adonan tanpa SKM, bagian I kukus selama 10 menit, tambahkan adonan dg SKM selama 10 menit, terakhir masukkan adonan sisa tanpa SKM, lanjutkan mengukus selama kurleb 20 menit. Angkat.

Read More....

Resep Brownies

Nyambung posting tentang brownies, ini resep brownies yang dapet dari internet. Lumayan gampang bikinnya,,,Mmmm...ini jenis brownies yang dipanggang lhoo...

Bahan:
120 g tepung terigu
200 g margarin
3 butir telur, kocok hingga mengembang
200 g dark cooking chocolate, potong-potong
150 g gula pasir halus/gula bubuk
60 g potongan kacang almond/kenari
¼ sdt garam halus
Cara Membuat:
1.
Campur tepung terigu dengan gula halus, aduk rata. sisihkan.
2. Panaskan margarine hingga meleleh. Masukkan potongan cokelat, dan garam, aduk hingga cokelat meleleh. Angkat, dinginkan hingga hangat.
3. Di tempat terpisah, kocok telur menggunakan mixer hingga mengembang. Masukkan campuran tepung terigu dan gula halus ke dalam kocokan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula plastik hingga rata.
4. Tuang margarin, cokelat dan gula yang telah dilelehkan ke dalam adonan telur. aduk rata. Tambahkan potongan kacang almond/kenari. Aduk rata. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialas dengan kertas roti dan diolesi margarin, ratakan. Taburi atasnya dengan irisan kacang almond.
5. Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 45 menit atau hingga kue matang. Angkat. Potong-potong. atur di dalam piring saji, hidangkan.

Read More....

Brownies


Kalo ngomongin brownies pasti langsung muncul satu kata...MANIS...!!! Yummy....brownies ni makanan kesukaan mama..Enaaakk...sebenernya sih mama suka coklat, apapun yang ada coklatnya mama mau aja..hehe..asal enak siih.. Ada dua jenis brownies yang banyak dijual, ada yang di kukus dan ada juga yang dipanggang. Dua-duanya sama-sama enak, tapi mama lebih suka yang dipanggang. Tapi kalo misalnya gak ada brownies panggang, brownies kukus juga mau kok hehehee..... Kalo dilihat dari sejarahnya, brownies asalnya dari mana ya??? Entah darimana asalnya brownies.

Nama ”brownies” diambil dari the deep brown color of cookie. ”Brownies” memang memiliki warna cokelat tua kehitaman. Dia tercipta justru karena kelalaian, yakni lupa menambahkan baking powder (bubuk pengembang kue) ke dalam adonan. Akibatnya, kue itu tidak mengembang alias bantet. Biar bantet, kue itu ternyata disukai banyak orang.

Menurut situs The Amazing of Brownies, resep ”brownies” pertama kali dipublikasikan tahun 1897 di Sears, Roebuck Catalogue. Dalam sejarah kuliner, ”brownies” termasuk katagori cookie, kue kecil berbahan dasar tepung, rasanya manis, dengan tekstur lembut dan renyah.

Demikianlah cerita singkat asal muasal brownies. Berawal dari sesuatu yang tidak diharapkan, tapi malah jadi sesuatu yang disenangi banyak orang..

Read More....